KAJIAN TEMATIK

BIDANG PENGEMBANGAN MASYARAKAT

CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)

                                 

PENANGGUNG JAWAB:

KADEK APRILIA SUKMA DEWI

MADE SYANINDITA PUTRI LARASATI

IDA AYU KRISNA CANTIKA DEWI

TIM PENYUSUN:

I GUSTI AGUNG DWI PRADNYANA

I GUSTI AYU GITA WIDYASWARI

MARCO

KADEK AYU SRI TRESNAYANTHI

DEWA MADE PRASETYA SUDARSANA MAHAPUTRA

HIMPUNAN MAHASISWA KEDOKTERAN UMUM

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS UDAYANA

2020

KAJIAN TEMATIK

BIDANG PENGMAS HMKU FK UNUD

CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)

 

SOSIAL DISTANCING DAN LOCKDOWN

Social Distancing atau pembatasan sosial adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit.1

Lockdown atau karantina wilayah adalah pembatasan penduduk suatu wilayah termasuk wilayah pintu masuk berserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit tersebut.1

 

PENTINGNYA SOCIAL DISTANCING

Social distance merupakan salah satu cara untuk mencegah seseorang menularkan penyakit yang dideritanya ke orang lain. Penyakit yang dimaksud adalah penyakit yang mudah ditular dari lingkungan, baik secara kontak fisik ataupun tidak. Selain itu, social distance juga mampu untuk melindungi golongan orang tua dan juga penderita diabetes, jantung, ataupun paru-paru agar tidak mudah tertular virus.2 Salah satu penyakit yang mematikan saat ini adalah COVID-19, dimana virus ini dapat dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lain baik melalui kontak fisik ataupun dari lingkungan. Pandemic dari COVID-19 tidak bisa dibentikan, tapi dapat diperlambat penyebarannya melalui social distancing. Lebih cepat social distancing dilakukan, maka penularan akan semakin lambat. Beberapa negara yang sudah melakukan social distancing adalah Italia, Indonesia, maupun Prancis.

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa penyebaran terjadi lebih cepat jika tidak melakukan social distance. Jumlah penderita bertambah 2 kali jika tidak melakukan social distancing dibandingkan dengan melakukan social distancing. Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah kasus selama 4 hari tanpa melakukan social distancing ekuivalen dengan jumlah kasus 8 hari dengan social distancing.3

 

PERBEDAAN OPD DAN PDP DALAM KASUS COVID-19

Saat ini pasien Kemenkes RI sudah tidak lagi menggunakan istilah suspect dalam kasus corona virus, melainkan digantikan dengan istilah OPD dan PDP.4

Pasien dalam pengawasan atau lebih dikenal dengan PDP adalah mereka yang memiliki gejala gangguan saluran pernapasan dan panas badan. PDP ini memiliki indikasi sudah pernah berkontak dengan pasien yang sudah terkonfirmasi Covid-19 secara langsung atau pernah berkunjung atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19.4 PDP lebih spesifik dapat dikriteriakan sesuai gejalanya, seperti demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, atau dapat diindikasikan dari hasil observasi ada saluran nafas bawah yang terganggu serta terjadi kontak erat dengan penderita positif atau dari yang terjangkit. Orang yang dinyatakan masuk kategori PDP akan menjalani proses observasi melalui proses cek laboratorium yang hasilnya akan dilaporkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI.4

Orang dalam pemantauan (ODP) ODP adalah mereka yang memiliki gejala gangguan saluran pernapasan ringan atau gejala panas badan.4 ODP ini tidak ada kontak erat dengan penderita positif dan juga dapat dikatakan sebagai orang yang beresiko untuk terkena Covid-19 namun belum dipastikan bahwa terkena pandemi ini.5

 

TIPS AGAR TIDAK BOSAN SELAMA SOCIAL DISTANCING

Beberapa orang mungkin dalam pelaksanaan social distancing sering kali merasa bosan, berikut merupakan kegiatan yang dapat kalian lakukan untuk mengurangi rasa bosan tersebut.

  1. Membersihkan rumah bersama anggota keluarga, dimana selain rumah bersih anggota keluarga juga merasakan suatu kebersamaan
  2. Bagi ibu rumah tangga sebaiknya mengajak anak-anaknya untuk belajar masak bersama, terutama memasak resep baru di keluarga
  3. Membaca buku, menonton film, dan bermain dengan anggota keluarga
  4. Mengerjakan tugas sekolah dan pekerjaan kantor yang masih tertunda
  5. Ingat selalu berdoa, supaya segala hal yang terjadi cepat berlalu
  6. Berolahraga dengan rutin agar sistem imun kalian tetap bagus

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan. Lembaran Negara RI Tahun 2018, Nomor 128. Sekretariat Negara. Jakarta.
  2. Fikrie M. Ini Manfaat Social Distance atau Jaga Jarak saat Wabah Virus Corona [Internet]. Kumparan. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/ini-manfaat-social-distance-atau-jaga-jarak-saat-wabah-virus-corona-1t2HGvXI5hf
  3. Ritcher F. Coronavirus: This chart shows why social distancing is so important [Internet]. World Economic Forum. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: https://www.weforum.org/agenda/2020/03/social-distancing-measures-coronavirus-covid19
  4. Pranita E. Tentang Virus Corona Covid-19, Apa itu Istilah ODP, PDP, dan Suspek? [Internet]. Kompas. 2020 [cited 20 March 2020] Available from: https://www.kompas.com/sains/read/ 2020/ 03/ 19/ 120200123/ tentang-virus-corona-covid-19-apa-itu-istilah-odp-pdp-dan-suspek.
  5. Putsanra D.V. Arti PDP dan ODP Istilah Kemenkes untuk Penanganan Coronavirus [Internet]. Tirto. 2020 [cited 20 March 2020]. Available from: https://tirto.id/arti-pdp-dan-odp-istilah-kemenkes-untuk-penanganan-coronavirus-eFHe