SEPUTAR KOAS DI LINGKUNGAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

Narasumber:
dr. Made Ratna Saraswati, Sp.PD (Ketua Kordik Pendidikan Dokter Muda FK Unud)
I Gede Wahyu Adi Raditya, S.Ked (Mahasiswa Pendidikan Dokter Muda FK UNUD)

Bagi seluruh mahasiswa jurusan Pendidikan Dokter, istilah koas nyaris selalu disebut dalam keseharian kegiatan kampus mereka. Koas dirasakan sebagai momok yang sangat menakutkan bagi mahasiswa kedokteran akibat banyaknya isu yang beredar dan hingga saat ini informasi mengenai koas dirasa masih minim. Biasanya informasi yang didapat hanya berupa cerita dari para senior. Nah, untuk itu, kami akan mengupas secara lebih jelas mengenai koas yang khususnya berada pada lingkungan FK UNUD.

Koas atau ko-asisten merupakan sebutan bagi seorang mahasiswa yang telah lulus dalam mendapatkan gelar S.Ked, namun masih harus melanjutkan pendidikan profesi mereka sebelum lulus dalam uji kompetensi menjadi seorang dokter (UKDI). Pada tahap koas ini, masa pendidikannya ditempuh di rumah sakit dibawah supervisi seorang dokter. Lalu hal-hal apa sajakah yang harus dipersiapkan utuk menempuh masa koas? Rumah sakit apa sajakah yang menjadi partner FK UNUD dalam menjalankan pendidikan koas? Bagaimana sistematikanya? Dan serangkaian pertanyaan lainnya yang masih menggantung tentang koas akan dalam beberapa paragraf berikut ini.

Sebelum koas, mahasiswa harus mengikuti beberapa kegiatan persiapan sebelum sepenuhnya menjadi koas. Sebelum memasuki masa koas, mahasiswa wajib mengikuti kegiatan KKR, yaitu pengenalan kegiatan koas disetiap stase/bagian. Disini mahasiswa berperan sebagai pengamat kegiatan senior yang sedang menjalani masa koas. Pada kegiatan ini calon coas diinformasikan apa saja tugas di setiap departemen, ruangan stase, berbagai tanggung jawab coas yang harus dilakukan dalam departemen tersebut, dan pengulangan sedikit materi di departemen tersebut. Kegiatan KKR dimulai dari pukul 10.00-13.00, namun ada beberapa departemen besar yang memungkinkan kegiatan KKR berlangsung hingga pukul 17.00. Dalam kegiatan KKR, penilaian difokuskan pada kedisiplinan selama mengikuti kegiatan.

Nah, setelah mengikuti KKR, ternyata masih ada kegiatan persiapan pra-coas, namanya Pembekalan Dokter Muda. Kegiatan ini dilakukan 1 minggu sebelum masa coas dimulai. Dalam Pembekalan Dokter Muda ini calon coas diberikan informasi mengenai Rumah Sakit, hubungan coas dengan tenaga kesehatan lain, kegawatdaruratan, dan sistem kerja di Rumah Sakit. Nah, setelah kedua kegiatan tersebut dipenuhi, maka calon coas diperkenankan untuk mengikuti kegiatan coas. Namun, jika pada saat Pembekalan Dokter Muda para calon coas berhalangan hadir, maka calon coas belum diperkenankan mengikuti kegiatan coas dan harus menunggu gelombang masuk coas yang berikutnya.

Selain 2 kegiatan diatas, ada syarat-syarat administratif lain yang harus dipenuhi calon coas. Adapun syarat administrative tersebut adalah: 1) Surat persetujuan izin kerja secara kolektif dari Dinas Kesehatan setempat, 2) Surat pengantar dari Kordik Pendidikan Jenjang Profesi untuk mengikuti kegiatan koas di masing-masing tempatnya bertugas, dan 3) Telah mengucapkan Lafal Janji Dokter Muda. Jenjang pedidikan profesi ini akan ditempuh selama 1,5 tahun (3 semester) sesuai dengan hasil yang telah disepakati dalam lokakarya pada tanggal 26-27 Juni 2009. Jadi dalam waktu tersebut seorang caos akan memasuki semua departemen di RS Sanglah, pembagian departemen dan gelombang masuk koas dilakukan berdasarkan kocokan computer, jadi semuanya fair dan tergantung peruntungan ya!

FK UNUD sendiri memiliki beberapa RS sebagai RS pendidikan utama, satelit, dan aviliasi. RS pendidikan utama FK UNUD adalah RSUP Sanglah, sedangkan RS satelit FK UNUD adalah RSUD Karangasem, RSUD Klungkung, RSUD Bangli, RSJ Bangli, RSU Sanjiwani Gianyar, RSUD Wangaya Denpasar, RSUB Tabanan, RSUD Buleleng, RSUD Negara, dan untuk RS pendidikan afiliasinya adalah RS Indra Denpasar. Pendidikan profesi FK UNUD sendiri umumnya akan dilakukan di RSUP Sanglah. Untuk pengiriman coas ke jejaring, kebijakan akan diatur oleh masing – masing departemen. Aturan masing-masing departemen pun berbeda. Misalnya Departemen Bedah, pengiriman coas dilakukan bergiliran setiap minggunya, jadi setiap minggu ada coas yang dikirim ke jejaring. Lain lagi di Departemen Pediatri, semua coas berbarengan ke jejaring pada minggu ke 5 dan ke 6. Untuk aturan pembagian “siapa” yang di kirim ke “jejaring yang mana” juga berbeda-beda di masing-masing Departemen. Jika di Departemen Neuorologi, pembagian coas untuk pergi ke jejaring yang mana ditentukan oleh Kordik Neurologi, di Departemen THT pembagian coas dilakukan berdasarkan sistem undi dan boleh bertukar dengan teman. Tapi, tidak semua departemen ada pengiriman coas ke jejaring, misalnya Departemen Radiologi, tidak ada pengiriman coas ke jejaring.

Nah, kalo kita mau izin sewaktu koas gimana dong? Jadi, dokter muda memiliki beberapa peraturan perizinan, yakni: 1) Apabila tidak hadir sebanyak 10% dari masa koas, maka dokter muda akan diberikan sanksi (misal: diberi tugas tambahan, jaga) namun masih boleh mengikuti ujian, 2) Bila dokter muda ijin/absen 10-50% dari masa koas maka masa koas harus diganti oleh dokter muda sebelum mengikuti ujian dan akan disediakan minggu pengulangan hutang kegiatan koas dalam masing-masing departemen di RS Pendidikan Utama, setelah dokter muda menyelesaikan hutang kehadirannya maka dokter muda baru diizinkan menjalani ujian utama pada tiap departemen (untuk lamanya pengulangan akan disesuaikan dengan jangka waktu yang diberikan oleh masing-masing kepala departemen). Sistem bayar “hutang”nya pun berbeda-beda di masing-masing departemen. Umumnya, tidak dating 1 hari harus diganti 1 hari, tapi khurus untuk Departemen THT dan Interna, tidak datang 1 hari diganti 1 minggu. 3) Sedangkan untuk perijinan lebih dari 50% maka harus dengan alasan kuat (Surat Keterangan Sakit dari dokter atau surat keterangan lain yang sah). Rata-rata sih kalau tidak masuk lebih dari 3 kali tidak bisa ikut ujian. Jadi bagi kalian yang sekarang masih suka bolos atau izin, siap-siap berubah waktu coas ya!

Kegiatan koas secara umum dimulai dari pukul 06.00, yaitu kegiatan follow up pasien dengan ditemani residen, bertugas di poli, ataupun ke ruang OK (ruang operasi). Untuk koas yang tidak mendapat giliran jaga sore-malam, maka pukul 13.00 sudah diperkenankan pulang. Untuk koas yang mendapat giliran jaga, kegiatan akan dibagi dua. Ada yang bertugas jaga di ruangan, ada yang bertugas jaga di UGD. Kegiatan coas yang dilakukan pada saat jaga antara lain melakukan anamnesis kepada pasien, membuat rekam medis pasien, ataupun menjadi asisten residen dalam melakukan tindakan medis. Pembagian waktu jaga coas juga dikembalikan lagi ke masing-masing Departemen. Misal pada Departemen Pediatri dan Interna seorang coas jaga 3 hari sekali, tidak tergantung berapapun jumlah coas yang masuk dalam gelombang itu. Namun di Departemen THT, pembagian jaga bergantung pada jumlah coas yang masuk. Jadi di THT diwajibkan, setiap hari terdapat 2 orang coas yang berjaga. Jadi kalau kalian masuk berbanyak, bisa jarang-jarang jaganya, tapi kalau masuk bersedikit mungkin bisa jaga tiap 2 hari sekali.

Terus, waktu koas kita masih ada tugas-tugas gak sih? Dan ternyata, kita masih dikasih tugas loh! Jadi, dalam setiap stase departemen, akan ada berbagai tugas yang berbeda. Seperti contoh pada departemen Radiologi stase Ruang Baca Sentral akan ada tugas mengenai pembacaan CT-Scan dan Journal Reading, sedangkan pada departemen IKK/IKP akan ada tugas presentasi mengenai penelitian, PKM, dan kedokteran keluarga selama jaga di Puskesmas dan tugas ini akan presentasikan setiap hari Sabtu di setiap minggunya di RS Pendidikan Utama, dan tugas lainnya.

Terakhir, apa sih yang paling membedakan kehidupan seorang coas dengan mahasiswa dikampus? Pertama, lebih capek! Tentu saja, karena tugas dan tanggung jawab seorang coas lebih berat dari mahasiswa. Kedua, ada tugas jaga, dan tugas jaga itu cukup menyita waktu belajar. Ketiga, hari kerja dikampus yang 5 hari waktu coas jadi 6 hari.

Nah sudah terbayang mengenai kehidupan koas? Semoga informasi di atas dapat menambah informasi kita, khususnya untuk teman-teman yang akan memasuki masa koas. Ayo siapkan diri dan tetap semangat! (penulis: PSP/NLH/UZ, editor:FSR)